Jumat, 05 April 2013

RPP BIO SMA (VIRUS)


RENCANA PELAKSANAAN  PEMBELAJARAN
                                                                                                                    Nama Sekolah                    : SMA VETERAN 1 SUKOHARJO
                                       Mata Pelajaran                   : BIOLOGI
                                       Kelas/Semester                   : X / 1
                                       Pertemuan Minggu ke       : 2 (Dua)
                                       Alokasi Waktu                    : 1 X 25 Menit

I.                   Standar Kompetensi
2. Memahami prinsip-prinsip Pengelompokan Makhluk Hidup
II.                Kompestensi Dasar
Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi dan peran virus dalam kehidupan
III.             Indikator
·         Menjelaskan cara replikasi virus
IV.             Tujuan Pembelajaran
Setelah proses belajar dan pembelajaran dengan metode diskusi informasi diharapkan siswa dapat :
1.      Menjelaskan cara- cara hidup virus dengan benar
2.      Menjelaskan tahapan siklus litik dengan benar
3.      Menganalisis  tahapan siklus lisogenik dengan benar
4.      mengevaluasi perbedaan siklus litik dengan lisogenik minimal 3
V.                Materi Pembelajaran
1.      Perkembangbiakan virus (Replikasi virus)
Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup, antara lain pada bakteri, jaringan embrio, hewan, tumbuhan ataupun manusia (parasit obligat).
2.      Didalam proses reproduksi di dalam tubuh inang itu ada dua keputusan yang diambil berupa dua macam daur hidup, yaitu daur litik atau daur lisogenik.





a.       DAUR LITIK
·         Daur hidup litik terdiri dari fase adsorbsi (penempelan), fase infeksi (penetrasi), fase replikasi (sintesis), fase perakitan (pembebasan virus baru).dan fase lisis (fase penghancuran inang)
·         Fase ini dicirikan inang yang digunakan untuk reproduksi , mahkluk hidup sebagai inang yang diambilin proteinnya untuk membentuk kapsidnya , Mati terkapar kemudian di tinggalkan virus
1)      Fase Adsorbsi
Virus (bakteriofage) dalam fase ini mulai melekatkan diri dengan organisme inang (bakteri Escherichia coli) pada bagian permukaan sel bakteri. Alat yang digunakan oleh virus untuk melakukan perlekatan adalah serabut ekor yang ada di bagian dekat struktur ekor. Virus harus mengenali daerah reseptor virus pada permukaan sel bakteri sebelum melakuan perlekatan, lisozim merusak dinding bakteri dan terhidrolisis (rusak) lalu masuk fase penetrasi.
2)      Fase Infeksi (Penetrasi)
Fase infeksi merupakan fase yang melibatkan pemasukan materi genetik virus (asam nukleat) ke dalam sel organisme inang. Asam nukleat (molekul DNA atau RNA) dimasukkan ke dalam sel dan akan melakukan tugasnya sebagai blue print kehidupan virus.        
3)      Eklifase -Replikasi (sintesis)
Molekul DNA Virus dalam fase ini memulai fungsinya sebagai materi genetik, yaitu mensintesis protein yang berhubungan dengan struktur dan enzim virus. Struktur virus pada fase ini mulai dibentuk, seperti struktur capsid, ekor dan serabut ekor.
4)       Fase Perakitan
Struktur tubuh virus setelah disintesis mulai dirakit menjadi struktur virus yang utuh sebagai virus-virus baru. Setiap virus hasil perakitan memiliki struktur lengkap seperti virus pada umunya (memiliki capsid, ekor dan serabut ekor).
5)       Fase lisis
Virus-virus baru yang telah matang dan telah sempurna bentuk dan strukturnya akan keluar dari sel inang. Proses keluarnya virus-virus baru dengan cara merusak struktur sel (lisis) sehingga sel inang pecah dan virus-virus dapat keluar dari sel ± 200 buah. virus-virus yang baru ini siap untuk menginfeksi sel inang lain.
http://1.bp.blogspot.com/_4IwHTsRufBg/S4d0nwzIkKI/AAAAAAAACEU/CI3HqMZguYo/s320/LITIC+CYCLUS.bmp 
b.      DAUR LISOGENIK
·           Daur hidup lisogenik terdiri dari fase adsorbsi (penempelan), fase infeksi (penetrasi), fase pengabungan dan fase pembelahan.ini
·           Fase dicirikan inang yang digunakan untuk reproduksi , mahkluk hidup sebagai inang tetap hidup karena sel inang tetap kuat , antibody untuk melawan antigen virus kuat sehingga virus hanya membentuk Profage penyatuan DNA virus dan DNA inang (pengikatan kromosom).
·           Sel Inang masih melanjutkan aktivitasnya dengan baik , mampu juga membelah diri , namun Profage masih berada yang diambilin proteinnya untuk membentuk kapsidnya .
1)      Fase Adsorbsi
Virus (bakteriofage) dalam fase ini mulai melekatkan diri dengan organisme inang (bakteri Escherichia coli) pada bagian permukaan sel bakteri. Alat yang digunakan oleh virus untuk melakukan perlekatan adalah serabut ekor yang ada di bagian dekat struktur ekor. Virus harus mengenali reseptor virus pada permukaan sel bakteri sebelum melakuan perlekatan.

2)      Fase Infeksi (Penetrasi)
Fase infeksi merupakan fase yang melibatkan pemasukan materi genetik virus (asam nukleat) ke dalam sel organisme inang. Asam nukleat (molekul DNA atau RNA) dimasukkan ke dalam sel dan akan melakukan tugasnya sebagai blue print kehidupan virus. virus masuk ke dalam siklus lisogenik maka tahapan selanjutnya adalah pengabungan kedua macam asam nukleat (miliki virus dan milik sel inang), dan fase pembelahan.

3)      Fase Penggabungan -Pembentukan profage
Fase penggabungan dapat dialami oleh virus ketika memasuki siklus hidup lisogenik. Setelah asam nukleat virus berhasil dimasukkan ke dalam organisme inang, selanjutnya asama nuklaet tersebut bergabung dengan DNA Kromosom organisme inang, dalam hal ini DNA Kromosom bakteri. Penggabungan materi genetik ini bertujuan untuk menitipkan DNA atau RNA virus ke DNA Kromosom untuk selanjutnya ikut digandakan saat proses pembelahan sel. DNA Kromosom bakteri adalah DNA yang memiliki informasi genetik bakteri termasuk salah satunya adalah informasi perintah untuk melakukan pembelahan sel.

4)      Fase pembelahan
Virus pada fase ini akan memanfaatkan proses pembelahan sel bakteri untuk penggandaan materi genetiknya yang sudah bergabung dengan DNA Kromosom. Jika satu sel bakteri membelah menjadi dua bakteri (saat pembelahan biner), maka akan didapat dua sel bakteri yang masing-masing di dalamnya terdapat DNA virus. Begitu juga seterusnya, dari dua sel bakteri tersebut akan tersu mengalami pembelahan dan jumlah DNA virus yang dihasilkan adalah sebanding dengan jumlah sel bakteri hasil pembelahan. Jika jumlah DNA virus yang dibutuhkan sudah cukup, DNA virus akan memisahkan kembali dan virus akan masuk ke daur litik melalui fase sintesis (replikasi).

http://3.bp.blogspot.com/_4IwHTsRufBg/S4d0nVOsz5I/AAAAAAAACEM/N254_7JIM4I/s320/LISOGENIC-CYCLUS.bmp 

http://1.bp.blogspot.com/_4IwHTsRufBg/S4d0ofv-spI/AAAAAAAACEc/eqnaQKXETkg/s320/LITIK+-LISOGENIK.bmp
Gambar : Daur Hidup Virus litik-lisogenik
Perbedaan siklus litik dan lisogenik:
http://3.bp.blogspot.com/_4IwHTsRufBg/S5DbXvFS8AI/AAAAAAAACLk/K1MhzyATC0s/s320/beda+daur+litik+dan+lisogenik.bmp

VI.             Metode Pembelajaran
·         Ceramah variasi
·         Tanya jawab
VII.          Sumber
·         Pratiwi dkk.2004.Biologi SMA X. Jakarta: Erlangga
·         Pratiwi dkk.2006.Biologi SMA kelas X jilid I. Jakarta: Erlangga
Alat Bantu
·         Gambar tahapan replikasi virus
·         Laptop
·         LCD
VIII.       Kegiatan pembelajaran

No.
Langkah-langkah
Waktu
Life Skill
Guru
Siswa
1.






Pendahuluan
·         Salam
·    Mengkondisikan kelas siap memulai pelajaran
·    Mengabsen
·    Penjelasan singkat tentang kompetensi yang akan dimiliki siswa
·    Apersepsi : cara hidup virus


·   Siap menerima pelajaran

·   Memperhatikan arahan




5 Menit

·   Kesadaran akan eksistensi Guru
·   Mampu mengidentifikasi variabel, menghubungkan materi.
2.





3.
Pengembangan :
·         Menjelaskan tahapan replikasi virus secara lisis dan lisogenik
·         Guru mengajukan pertanyaan.
Penutup
1.      Guru dan siswa mengambil kesimpulan bersama- sama.
2.      Guru memberi tahu materi pada pertemuan selanjutnya.

·     Menyimak penjelasan Guru
·     Siswa menjawab


· Tanya jawab
· Siswa dan Guru
Membuat kesimpulan.
·    Siswa memperhatikan.

17 menit




3 menit




·   Aktif bertanya
·   Menghubungkan materi dengan  kehidupan nyata

· Berpikir kritis serta berperan dalam menggunakan media


IX.             Evaluasi Pembelajaran
·         Post test
-          Bentuk  : Tes uraian
·         Penilaian sikap
-          Lembar observasi keaktifan siswa
 
LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN SISWA

No
Nama Peserta Didik
ASPEK
Jumlah Skor
Keterangan
TANYA
JAWAB

Lisnawati





Eni purwanti





Efri Fitri





Wisnu W.





Eva Dwi O.





Apriati





Nining W.





Suparsih





Dwi Miratih





Ismail Bayu





Srihastuti





Abdul Q.





Andang Tulus





Ariska C.













CATATAN :
  1. Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut :
·         1 = Sangat kurang
·         2 = Kurang
·         3 = Sedang
·         4  = Baik
·         5 = Sangat baik
  1. Nilai merupakan jumlah nilai dari skor-skor tiap indikator perilaku
  2. Keterangan diisi dengan kriteria berikut :
1)      Nilai 9 –10 Berarti amat baik
2)      Nilai 7 – 8 Berarti baik
3)      Nilai 5 – 6 Berarti sedang
4)      Nilai 3 – 4 Berarti kurang
5)      Nilai 1 – 2 Berarti sangat kurang

     Nama Sekolah                  : SMA NEGERI 1 ANDONG
Mata Pelajaran                 : Biologi
Kelas / Semester                : X / 1
Pertemuan minggu ke        : 4 (Empat)
Alokasi Waktu                    : 45 Menit

Tes evaluasi (kuis)
1.      Virus bersifat parasit obligat, jelaskan!
2.      Jelaskan tahap-tahap Siklus Litik dalam reproduksi virus!
3.      Analisislah   tahapan siklus lisogenik di bawah ini, kemudian jelaskan!
4.      Evaluasilah jawaban temanmu tentang perbedaan antara siklus litik dengan lisogenik di bawah ini!
Siklus/daur litik
Siklus/daur lisogenik
• Waktu relatif lama
• Menonaktifkan bakteri (virulen)
• Sel inang akan lisis / hancur
• Terjadi dalam 5 tahapan
• hasil virus tergantung pembelahan inang, 2 sel dalam sekali pembelahan.
• Waktu relatif singkat
• Mengkombinasi materi genetik bakteri dengan virus (non virulen)
• sel inang dapat membelah secara normal lagi.
• Terjadi dalam 4 tahapan
• Hasil virus banyak (sekali lisis)













RUBRIK PENILAIAN

No.
Rubrik
Skor
1.
1.      Tidak ada respon
2.      Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup
3.      pada bakteri
4.      jaringan embrio
5.      hewan
6.      tumbuhan
7.      manusia
0
1

1
1
1
1
1

Jumlah skor
6
2.
1.      Tak ada respon
2.      Tanpa Adsorpsi
3.      Tahap penetrasi
4.      Tahap Sintesis & Replikasi
5.      Tahap perakitan
6.      Tahap Lisis
7.      Tahap Adsorpsi, yaitu fase dimana virus menempel pada sel inang
8.      Tahap penetrasi, yaitu tahap dimana virus memasukkan asam nukleatnya kedalam sel inang
9.      Tahap sintesis, yaitu fase dimana DNA/RNA virus memerintahkan DNA/RNA sel inang untuk memperbanyak bagian-bagian tubuh virus.
10.  Tahap perakitan, yaitu fase dimana bagian-bagian tubuh virus yang sudah diperbanyak digabungkan sehingga sehingga membentuk virus lengkap
11.  Tahap lisis, yaitu dimana sel inang mati karena dipecah oleh virus yang akan keluar dari dalam sel inang.
0
1
1
1
1
1
1

1


1



1



1


Jumlah skor
10
3.
1.      Tidak ada respon
2.      Tahap Adsorpsi
3.      Tahap penetrasi
4.      Tahap penggabungan
5.      Tahap pembelahan
6.      Tahap Adsorpsi yaitu fase dimana virus menempel pada sel inang
7.      Tahap penetrasi yaitu fase dimana vurus memasukkan asam nukleatnya ke dalam sel inang.
8.      Tahap penggabungan yaitu fase dimana asam nukleat virus bergabung  dengan asam nukleat sel inang
9.      Tahap pembelahan yaitu fase dimana asam nukleat virus akan selalu ikut membelah bersma dengan proses pembelahan yang dilakukan oleh sel inang.
0
4








1
1
1
1
1

1


1


1




Jumlah skor
12
4.
1.      Tidak ada respon
2.      Pada siklus litik waktu relatif singkat
3.      Menonaktifkan bakteri (non virulen)
4.      Hasil virus banyak dalam sekali lisis
5.      Pada siklus lisogenik waktu relatif lama
6.      Mengkombinasikan materi genetik bakteri dengan virus (virulen)
7.      Hasil virus tergantung pembelahan inang, 2 sel dalam sekali pembelahan
0
2
2
2
2
2

2

Jumlah skor
12

Total skor
40

v  Nilai berdasarkan jumlah skor dibagi 4 , maka nilainya 10.





Mengetahui

Kepala Sekolah                                                                           Guru Pembimbing

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar